Pentingnya Pendidikan Agama dan Berkarakter Bagi Anak

Di era yang serba digital ini membuat apa yang diperoleh bisa lebih cepat. Begitupun dalam bidang pendidikan. Ilmu yang biasanya didapat dengan belajar di kelas atau membaca buku kini bisa didapatkan pula dari gadget. Disana anda bisa berselancar mencari bergagai ilmu yang anda butuhkan bisa melalui blog, artikel, e journal atau lain sebagainya. Namun bagaimana dengan anak anak? Mereka yang masih dibatasi dalam menggunakan ponsel karena dinilai akan lebih banyak sisi negatifnya.

Masa anak anak biasa kita menyebutnya golden age, yaitu masa keemasan artinya apa yang diajarkan akan sangat berpengaruh pada perkembangan dan pertumbuhannya. Karena ketika masih anak anak, mereka lebih mudah menyerap apa yang di ajarkan dibandingkan ketika mereka sudah dewasa. Dalam hal ini biasanya lebih ditekankan pada pendidikan agama atau moral. Pasalnya kedua pendidikan tersebut nantinya akan membangun karakternya ketika dewasa kelak. Melihat kenyataannya kini banyak orang tua yang lebih mengutamakan pendidikan di dalam kelas sejak usia dini. Maka tak heran jika anak yang benar benar mendapatkan pendidikan moral dari keluarganya akan berbeda dengan mereka yang tidak dikenalkan sama sekali.

1. Pendidikan Agama
Pendidikan agama tentu menjadi penanaman karakter yang utama. Karena agama menuntun kita menjadi manusia yang lebih baik lagi. Biasanya anak akan diajarkan mulai dari doa doa sehari sehari, dikenalkan dengan kewajiban kewajiban mereka kepada Sang Pencipta, dikenalkan bagaimana berhubungan baik dengan manusia, dikenalkan mengenai perilaku yang dibolehkan dan dilarang. Dengan mengenalkan anak tentang agama sejak dini, akan berdampak baik ketika dewasa kelak. Karena sudah tertanam sejak dini tentang nilai nilai keagamaan.

2. tibuku , apalagi anak anak jaman sekarang. Contohnya seperti seorang anak yang suka melawan guru, seorang anak yang berani mencuri atau berbohong, seorang anak yang bertindak tidak sesuai dengan usianya dan lain sebagainya. Jika sejak dini anak sudah dikenalkan dengan hal hal yang akan menuntunnya menjadi manusia berkarakter tentu akan bertindak sesuai dengan norma yang berlaku. Disinilah peran orang tua sangat penting dalam mendampinginya ketika usia usia emas, orang tualah yang langsung mengajarkan tentang tindakan yang baik, orang tualah yang mengenalkan anaknya dengan lingkungan yang sehat. Karena lingkungan sangat memengaruhi perilaku seorang anak.

Sebenarnya kedua pendidikan diatas sangat erat kaitannya. Maka saat anak diajarkan sebaiknya beriringan. Menurut piaget teori perkembangan moral ada dua tahap yaitu :
a. Heteronomous Morality, anak berusia 5 � 10 tahun. Saat ini anak sudah mengetahui tentang moral namun belum menyadari moralnya atau merubah dan mengembangkannya.
b. Autonomous Morality, anak berusia 10 tahun ke atas. Saat itu anak sudah memiliki moral dan sudah bisa merubah hingga mengembangkan moralnya. Bahkan sudah bisa menyadari akan moral tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *